Minggu, 16 Oktober 2011

Perkembangan Anak

Perkembangan adalah perubahan yang bersifat kualitatif baik pada aspek fisik maupun psikis sebagai pengaruh dari proses pertumbuhan dan belajar. Perkembangan individu berlangsung sepanjang hayat, dimulai sejak masa pertemuan sel ayah dengan ibu dan berakhir pada saat kematiannya. Perkembangan individu ini dinamis, perubahannya kadang-kadang lambat tetapi bisa juga cepat. Perkembangan tiap individu juga tidak selalu sama, individu yang satu berbeda dengan individu yang lainnya.
Beberapa kecendrungan yang merupakan prinsip perkembangan, antara lain:
1.       Perkembangan berlangsung seumur hidup dan meliputi seluruh aspek.
2.       Setiap individu memiliki kecepatan dan kualitas perkembangan yang berbeda.
3.       Perkembangan secara relative beraturan dan mengikuti pola-pola tertentu.
4.       Perkembangan berlangsung secara berangsur-angsur sedikit demi sedikit.
5.      Secara normal perkembangan individu mengikuti seluruh Fase, tetapi karena factor-faktor               khusus,  fase tertentu dilewati dengan cepat atau sangat lambat.
6.     Pada saat-saat tertentu dan dalam bidang-bidang tertentu perkembangan pria                                 berbeda  dengan wanita.
  
Proses Perkembangan 

Menurut Santrock (2007) ada tiga proses yang dilibatkan dalam perkembangan, yaitu proses biologis, kognitif, dan sosial-emosi. Proses biologis adalah perubahan yang terjadi pada tubuh. Misalnya bayi belajar menggengam. Proses kognitif adalah perubahan dalam pikiran, inteligensi, dan bahasa. Misalnya perkembangan cara berbicara dan perkembangan kecerdasan seorang anak. Proses sosial-emosi adalah perubahan dalam hubungan dengan orang lain, perubahan emosi dan perubahan dalam kepribadian. Misalnya perkembangan seorang anak kecil dalam hubungan pertemanan.

Tahap-Tahap Perkembangan 

Dalam Life Span Perspective, kehidupan manusia terbagi dalam tiga masa yaitu: masa prenatal, masa perinatal dan masa post natal. Berdasarkan sifat perkembangan yang terjadi, masa post natal terbagi menjadi: masa progressif (0-25 th), masa statis (25-50 th) dan masa regressif (50 th keatas) Sementara itu Hurlock (1998) menyatakan bahwa tahap-tahap perkembangan manusia dibagi menjadi: masa orok, masa bayi, masa awal kanak-kanak, masa akhir kanak-kanak, masa puber, masa remaja, masa dewasa, masa usia pertengahan dan masa usia lanjut.
Selanjutnya, Santrock (2007) juga menyatkan bahwa tahap-tahap perkembangan dibagi menjadi: periode kelahiran (mulai konsepsi hingga kelahiran) masa bayi (dari lahir hingga 18-24 bln), masa kanak-kanak awal (2-5/6 th), masa kanak-kanak akhir (6-11 th) dan masa remaja (10-12 th s.d 18-22 th). Sedangkan Aristoteles membagi masa perkembangan ini dibagi tiga tahap, yaitu: masa kanak-kanak (0-7 th), masa anak (7-14 th), masa remaja (14-21 th) setelah itu adalah masa dewasa. Dan akhirnya Donald B.Helms dan Jeffrey S.Turner memberikan urutan lengkap dari perkembangan individu, yaitu: masa pranatal (sebelumlahir dari masa konsepsi sampai lahir), masa bayi (0-2 th), masa kanak-kanak (2-3/4 th), masa anak kecil (3/4-5/6 th), masa anak (6-12 th), masa remaja (12-19 th), masa dewasa muda (19-30 th), masa dewasa (30-65 th) dan masa usia lanjut (65 th keatas). 

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan 

Sampai awal abad 20, para ahli masih percaya bahwa lingkungan merupakan satu-satunya factor yang mempengaruhi perkembangan. Saat ini para ahli percaya bahwa perkembangan dipengaruhi oleh hereditas dan lingkungan. Pada saat lahir seorang bayi telah membawa semua jenis keterampilan mental dan predisposisi sebagai potensi awal yang sangat dibutuhkan bagi perkembangan selanjutnya.

a.   Hereditas

Hereditas adalah pewarisan atau pemindahan biologis karakteristik individu dari pihak orang tuanya. Faktor hereditas meliputi: sifat-sifat kejasmanian, temperamen dan bakat.
b.   Lingkungan
Lingkungan adalah segala materiil dan stimuli dalam dan diluar diri individu. Lingkungan fisiologis, lingkungan psikologis dan lingkungan sosio-kultural. Lingkungan fisiologis adalah segala kondisi dan materiil didalam dan diluar tubuh. Lingkungan psikologis adalah stimulasi yang diterima individu sejak masa dalam kandungan hingga meninggal. Lingkungan sosio-kultural adalah segala stimulasi interaksi dan kondisi eksternal dalam hubungannya dengan perlakuan atau karya orang lain. Sementara itu, faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak pada saat dalam lingkungan prenatal adalah gizi, obat-obatan, usia ibu, radiasi, infeksi dan gangguan fungsi plasenta. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak pada saat berada di lingkungan post natal adalah gizi, kesehatan/penyakit, keadaan social ekonomi, suhu/musim, pendidikan dan lain-lain.

Pengaruh Hereditas dan Lingkungan

Hereditas dan lingkungan bekarja bersama-sama atau berkolaborasi untuk menghasilkan perkembangan individu. Seberapa besar pengaruh hereditas dan lingkungan pada setiap aspek perkembangan berbeda-beda. Para ahli berpendapat bahwa hereditas lebih banyak mempengaruhi inteligensi dibandingkan dengan lingkungan. Sifat-sifat emosional seperti perasaan takut, kemauan dan tempramen lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan dibandingkan dengan hereditas. Jalan perkembangan manusia sedikit banyak ditentukan oleh pembawaan (hereditas) yang turun menurun yang oleh aktivitas dan pemilihan atau penentuan manusia sendiri yang dilakukan dengan bebas dibawa pengaruh factor-faktor lingkungan yang tertentu berkembang menjadi sifat-sifat.

Seorang anak dapat berkata-kata karena ia mempunyai pembawaan (hereditas) untuk berkata kata, kemudian dilatih/diajar berkata- kata (faktor lingkungan). Jika salah satu factor itu tidak ada tidaklah mungkin kepandaian berkata-katanya dapat berkembang. Disamping pembawaan (hereditas) untuk berkata-kata, kita dapat mengatakan pula tentang pembawaan (hereditas) ilmu pasti, pembawaan untuk bahasa, untuk mengambar dan lain-lain. Tiap-tiap sifat dan ciri-ciri manusia dalam perkembangannya dan yang lebih ditentukan oleh lingkungannya dan ada pula yang lebih ditentukan oleh pembawaannya (hereditas).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar